Infeksi Jamur Vagina vs. Vaginosis Bakterialis: Apa Bedanya? | Gleneagles Hospitals Malaysia
Spesialisasi & Paket
Spesialisasi Medis
Kebidanan dan Kandungan
Infeksi Jamur Vagina vs. Vaginosis Bakterialis: Apa Bedanya?

Infeksi Jamur Vagina vs. Vaginosis Bakterialis: Apa Bedanya?

vaginal-yeast-infection-vs-bacterial-vaginosis

Infeksi vagina pada wanita umum terjadi, dengan dua kondisi paling umum di antaranya adalah infeksi jamur dan vaginosis bakterialis (BV). Kondisi-kondisi ini mungkin terlihat serupa, tetapi sebenarnya disebabkan oleh jenis-jenis mikroorganisme yang berbeda. Penting untuk mempelajari dan mengetahui perbedaannya guna mendapatkan penanganan yang tepat dan menjaga kesehatan vagina yang optimal.

Pertumbuhan berlebih jamur Candida menyebabkan infeksi jamur, sedangkan BV disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri. Kedua infeksi tersebut sama-sama menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi pengobatannya berbeda. Artikel ini akan membantu Anda mengenali gejala, penyebab, dan penanganan untuk setiap kondisi sehingga Anda dapat menerima perawatan yang tepat hanya di Gleneagles Hospital.

Penyebab Infeksi Jamur Vagina 

Pertumbuhan berlebih spesies Candida adalah penyebab infeksi jamur vagina, khususnya Candida albicans. Meskipun merupakan bagian normal dari flora vagina, jamur ini dapat berkembang biak ketika ada gangguan dalam keseimbangan mikroorganisme di dalam vagina. 

Perubahan Hormon

Fluktuasi hormonal yang disebabkan oleh kehamilan, menstruasi, atau penggunaan pil KB dapat memicu infeksi jamur. Lingkungan vagina berubah akibat perubahan-perubahan ini sehingga menjadikan pertumbuhan jamur lebih menguntungkan.

Penggunaan Antibiotik

Resep antibiotik yang dibuat untuk menangani infeksi bakteri dapat mengganggu keseimbangan bakteri vagina. Ini dapat menyebabkan jamur tumbuh tak terkendali, yang pada akhirnya menyebabkan infeksi.

Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, terutama yang menderita diabetes atau HIV, lebih rentan terkena infeksi jamur. Kondisi-kondisi ini mempersulit tubuh mengendalikan pertumbuhan jamur.


Penyebab Vaginosis Bakterialis (BV)

Vaginosis bakterialis (BV) terjadi ketika keseimbangan bakteri di vagina berubah, yang menyebabkan ketidakseimbangan. Ini adalah infeksi vagina yang paling umum di kalangan wanita usia reproduktif. 

Aktivitas Seksual

BV lebih umum terjadi pada wanita yang aktif secara seksual meskipun itu bukan IMS. Kemungkinan terkena BV dapat meningkat jika seseorang memiliki banyak pasangan seksual atau pasangan baru. 

Douching

Bakteri alami di vagina dapat terganggu oleh douching, yang meningkatkan risiko BV. Douching menghilangkan bakteri yang diperlukan untuk membantu melindungi dari mikroba berbahaya.

Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi tertentu seperti alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dapat meningkatkan risiko terkena BV. Alat tersebut mengubah lingkungan vagina, yang menjadikannya lebih rentan terhadap ketidakseimbangan bakteri.


Diagnosis Infeksi Jamur dan BV

Serangkaian pengujian digunakan untuk mendiagnosis infeksi jamur maupun vaginosis bakterialis. Diagnosis yang tepat sangat penting untuk keberhasilan pengobatan. 

Pemeriksaan Fisik

Dokter Anda mungkin melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa tanda-tanda infeksi. Dokter akan bertanya tentang gejala yang Anda alami, riwayat medis, dan setiap perubahan terbaru dalam gaya hidup Anda.

Tes Lab

Swab cairan vagina diambil untuk analisis di laboratorium. Tes ini memungkinkan dokter mendeteksi keberadaan sel jamur untuk infeksi jamur atau bakteri berbahaya apa pun yang menyebabkan BV. Diagnosis BV juga dapat dikonfirmasi melalui tes sediaan basah atau pengujian pH. Bau amis dapat tercium dari sampel vagina yang telah ditambahkan kalium hidroksida (KOH), yang mengonfirmasi keberadaan BV.


Tes tersebut membantu membedakan antara kedua infeksi sehingga memastikan bahwa pasien mendapatkan pengobatan yang tepat.

Risiko Infeksi Jamur dan BV yang Tidak Ditangani

Infeksi jamur dan BV yang tidak ditangani pada akhirnya dapat menyebabkan komplikasi yang memengaruhi kesehatan umum Anda.

Infeksi Jamur

Infeksi jamur yang tidak ditangani dapat menjadi kronis meskipun jarang berbahaya. Infeksi berulang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman secara terus-menerus dan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan lainnya, seperti infeksi saluran kemih (ISK).

Vaginosis Bakterialis

BV yang tidak ditangani dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PID) yang dapat menyebabkan infertilitas. Selain itu, BV yang tidak ditangani meningkatkan risiko terjangkit IMS lainnya.


Mencegah Infeksi Jamur dan BV

Pencegahan infeksi jamur dan vaginosis bakterialis dapat dilakukan melalui penerapan kebiasaan sehat dan pilihan gaya hidup yang baik.

Untuk Infeksi Jamur

  • Kenakan pakaian dalam berbahan katun dan memiliki sirkulasi udara, serta hindari pakaian ketat yang menahan kelembapan.
  • Selalu seka dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet untuk mencegah bakteri masuk ke area vagina.
  • Hindari penggunaan sabun beraroma dan douching, karena dapat menyebabkan iritasi pada area vagina dan keseimbangan alami bakteri dapat terganggu.

Untuk BV

  • Jangan melakukan douching karena dapat menghilangkan bakteri baik di vagina.
  • Risiko BV dapat dikurangi jika kondom digunakan selama aktivitas seksual karena kondom dapat membatasi paparan bakteri berbahaya.
  • Jika Anda rentan terhadap BV berulang, tanyakan langkah-langkah pencegahan kepada dokter Anda.

Menjaga flora vagina yang optimal dan menerapkan praktik kebersihan yang baik dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena infeksi apa pun.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah infeksi jamur dan BV bisa diobati secara bersamaan?

Ya, infeksi jamur dan BV dapat diobati secara bersamaan. Dokter Anda akan meresepkan pengobatan yang sesuai untuk kedua kondisi tersebut untuk memastikan kesembuhan yang optimal.

2. Apakah infertilitas bisa disebabkan oleh BV?

BV sendiri tidak secara langsung menyebabkan infertilitas, tetapi masih dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius seperti penyakit radang panggul (PID), yang dapat memengaruhi kesuburan. Penanganan cepat untuk BV dapat membantu mengurangi risiko-risiko ini.

3. Seberapa sering saya harus menemui dokter jika saya mengalami infeksi vagina?

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami infeksi vagina yang berkelanjutan atau gejala tidak kunjung hilang setelah pengobatan. Kunjungan rutin ke dokter dapat membantu Anda mengidentifikasi penyebab yang mendasari.

Jadwalkan Janji Temu di Gleneagles Hospital

Jika Anda mengalami gejala infeksi vagina, seperti keputihan yang tidak biasa, gatal, atau rasa tidak nyaman, segera konsultasikan kepada dokter. Baik Anda sedang mengalami infeksi jamur vagina atau vaginosis bakterialis (BV), konsultasi dini dapat membantu Anda memahami dan memandu Anda menentukan opsi pengobatan terbaik untuk kondisi Anda. Di Gleneagles Hospital, ginekolog kami yang berpengalaman siap memberikan perawatan terbaik dan memandu Anda sepanjang perjalanan pengobatan Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai kesehatan vagina, hubungi kami sekarang untuk menjadwalkan janji temu di Gleneagles Hospital terdekat. Tim ahli kami akan memberikan saran yang dipersonalisasi mengenai gejala yang dialami dan membantu Anda menentukan tindakan yang paling efektif. Jadwalkan janji temu dengan klinik ginekologi kami sekarang dan ambil langkah pertama untuk meningkatkan kesehatan vagina Anda.

Loading...

Wait a minute

Image Popup