Memahami Perlemakan Hati dan Risiko Diabetes | Gleneagles Hospitals Malaysia
Spesialisasi & Paket
Spesialisasi Medis
Hepatologi
Memahami Perlemakan Hati dan Risiko Diabetes

Memahami Perlemakan Hati dan Risiko Diabetes

03-Gleneagles-Understanding Fatty Liver and Diabetes Risks

Perlemakan hati atau steatosis hati, adalah kondisi yang ditandai dengan penumpukan lemak berlebih di hati. Walaupun banyak individu yang tidak mengalami gejala apa pun, beberapa individu dapat merasa kelelahan atau rasa tidak nyaman di perut bagian kanan atas. Jika tidak ditangani, perlemakan hati dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti fibrosis hati, sirosis, atau bahkan gagal hati.

Kondisi ini sering kali diasosiasikan dengan pola diet yang buruk, gaya hidup sedenter, konsumsi alkohol berlebih, dan kondisi medis atau obat-obatan tertentu. Untungnya, perlemakan hati sering kali dapat diatasi, bahkan disembuhkan, melalui perubahan gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang, olahraga rutin, menjaga berat badan, dan mengurangi konsumsi alkohol.

Deteksi dan intervensi dini penting untuk mencegah kerusakan hati jangka panjang. Di Gleneagles Hospitals, tim kami berkomitmen untuk membantu Anda melindungi dan menjaga kesehatan hati Anda.

Memahami Perlemakan Hati

Perlemakan hati terjadi ketika lemak menumpuk di sel-sel hati. Kondisi ini umumnya dikategorikan menjadi dua jenis:

  • Perlemakan Hati Non-Alkohol (NAFLD): Tidak terkait dengan konsumsi alkohol, NAFLD memiliki kaitan erat dengan obesitas, resistansi insulin, dan diabetes tipe 2.

  • Perlemakan Hati Alkohol: Dipicu konsumsi alkohol berlebih.

Hati berperan penting dalam mengatur kadar gula darah, mencerna nutrisi, dan menyaring zat toksin. Ketika lemak berlebih terakumulasi di hati, fungsi-fungsi tersebut akan terganggu, sehingga menyebabkan masalah metabolisme yang lebih luas lagi.

Peran Diabetes pada Kondisi Perlemakan Hati yang Memburuk

Diabetes tipe 2 secara signifikan meningkatkan risiko perlemakan hati, terutama NAFLD. Keterkaitannya terletak pada faktor resistensi insulin—kondisi ketika tubuh tidak merespon insulin secara efektif, sehingga meningkatkan kadar insulin di aliran darah. Hal ini, pada akhirnya, mendorong penumpukan lemak di hati.

Pada individu penderita diabetes, lemak dari jaringan adiposa sering kali terpecah dan bergerak menuju hati, semakin memperparah penumpukan lemak. Peradangan kronis yang disebabkan resistansi insulin akan semakin merusak sel-sel hati dan meningkatkan risiko kondisi memburuk menjadi masalah hati yang lebih serius, seperti steatohepatitis non-alkohol (NASH).

Obesitas, yang sering kali menyertai diabetes, memperburuk resistansi insulin dan meningkatkan penumpukan lemak di hati. Komponen lain sindrom metabolik—misalnya, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas perut—semakin meningkatkan risikonya.

Penanganan diabetes yang efektif melalui obat-obatan, pengaturan nutrisi, dan aktivitas fisik, dapat secara signifikan mengurangi risiko perlemakan hati dan meningkatkan fungsi hati secara keseluruhan.

Lima Strategi Gaya Hidup untuk Meningkatkan Kesehatan Hati

Menangani perlemakan hati membutuhkan metode yang holistik. Berikut adalah lima langkah praktis yang berbasis bukti ilmiah:

1. Menjaga Diet Seimbang

Konsumsi diet yang kaya akan biji-bijian utuh, protein rendah lemak, buah, dan sayuran. Hindari makanan olahan, gula berlebih, dan lemak trans untuk mencegah penumpukan lemak lebih lanjut, serta meningkatkan sensitivitas terhadap insulin.

2. Meraih dan Menjaga Berat Badan Sehat

Penurunan berat badan yang bertahap dan konsisten akan berdampak positif. Menurunkan sekitar 5-10% berat badan dapat secara signifikan mengurangi lemak dan peradangan di hati. Namun, hindari penurunan berat badan yang terlalu cepat, karena justru dapat memperburuk kondisi hati.

3. Batasi Konsumsi Alkohol

Karena alkohol memberikan beban tambahan bagi hati, disarankan untuk mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol—terutama bagi individu yang menderita perlemakan hati.

4. Berolahraga atau Beraktivitas Fisik Secara Teratur

Cobalah untuk berolahraga aerobik dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Olahraga membantu mengurangi lemak di hati, memperbaiki respon insulin, dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

5. Menangani Kondisi Kesehatan yang Sedang Diderita

Kondisi kronis seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi, harus ditangani dengan tepat melalui perubahan gaya hidup dan obat-obatan jika diperlukan. Menangani kondisi tersebut membantu mengurangi tekanan pada hati dan mencegah kondisi memburuk.

Hidrasi yang cukup dan pemantauan medis semakin meningkatkan fungsi hati dan membantu pemulihan secara umum. Perawatan yang dipersonalisasi ini penting untuk merancang metode yang sesuai dengan profil kesehatan individual Anda.

Buat Janji Temu di Gleneagles Hospitals

Jika Anda menduga Anda mengidap perlemakan hati, atau tengah menangani kondisi seperti diabetes yang meningkatkan risiko, penting untuk segera mencari perawatan medis. Gleneagles Hospitals berdedikasi untuk memberikan Anda pemeriksaan dari para ahli, perawatan yang disesuaikan dengan Anda, serta dukungan komprehensif sepanjang perjalanan kesehatan Anda.

Ambil langkah awal untuk melindungi kesehatan Anda—buat janji temu melalui situs web kami atau melalui aplikasi MyHealth360 yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store.

References 

Sakurai, Y., Kubota, N., Yamauchi, T., & Kadowaki, T. (2021). Role of Insulin Resistance in NAFLD. International Journal of Molecular Sciences22(8), 4156. https://doi.org/10.3390/ijms22084156

2.Bhatt, H. B., & Smith, R. J. (2015). Fatty liver disease in diabetes mellitus. Hepatobiliary surgery and nutrition4(2), 101–108. https://doi.org/10.3978/j.issn.2304-3881.2015.01.03

3.Godoy-Matos, A. F., Silva Júnior, W. S., & Valerio, C. M. (2020). NAFLD as a continuum: From obesity to metabolic syndrome and diabetes. Diabetology & Metabolic Syndrome12(1). https://doi.org/10.1186/s13098-020-00570-y

4.Nogueira, J. P., & Cusi, K. (2024). Role of insulin resistance in the development of nonalcoholic fatty liver disease in people with type 2 diabetes: From bench to Patient Care. Diabetes Spectrum37(1), 20–28.https://doi.org/10.2337/dsi23-0013

5.Patel, S. (n.d.). Inflammation linked to insulin resistance and fatty liver disease. UT Southwestern Medical Center. https://physicianresources.utswmed.org/news/inflammation-linked-to-insulin-resistance-and-fatty-liver-disease?utm6.

6. Ziolkowska, S., Binienda, A., Jabłkowski, M., Szemraj, J., & Czarny, P. (2021, October 15). The interplay between insulin resistance, inflammation, oxidative stress, base excision repair and metabolic syndrome in nonalcoholic fatty liver disease. International journal of molecular sciences.https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8537238/?utm

Loading...

Wait a minute

Image Popup