Helicobacter pylori (H. pylori) adalah bakterium berbentuk spiral yang menjadikan lapisan dinding perut sebagai koloni, dan dapat bertahan selama beberapa tahun tanpa menunjukkan gejala. Namun, ketika menunjukkan gejala, bakterium ini dapat menyebabkan tukak lambung dan telah diidentifikasi sebagai faktor risiko yang signifikan untuk kanker lambung.
Bentuk spiral yang khas dari Helicobacter pylori memungkinkannya untuk menembus lapisan lendir pelindung pada perut. Bakterium ini dapat memproduksi urease, suatu enzim yang menetralkan asam lambung, yang dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik baginya untuk bertahan hidup.
Infeksi Helicobacter pylori diperkirakan memengaruhi 44,3% dari populasi global. Prevalensi ini lebih tinggi pada negara berkembang (50,8%) jika dibandingkan dengan negara maju (34,7%), tidak memedulikan jenis kelamin (Mehata dkk., 2021).
Infeksi ini terutama tersebar melalui jalur feses-oral dan oral-oral. Makanan, air, dan alat makan yang terkontaminasi dapat bertindak sebagai vektor penular, terutama pada lingkungan dengan sanitasi buruk.
Meskipun banyak individu tetap tidak menunjukkan gejala penyakit, tetapi tanda-tanda berikut dapat menunjukkan infeksi Helicobacter pylori:
Bakterium biasanya masuk ke dalam tubuh pada masa kecil melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Mikroorganisme ini menetap pada lapisan perut, lalu akan menjadi dorman selama bertahun-tahun.
Kolonisasi yang terus-menerus mengakibatkan peradangan lapisan dinding perut yang terus berlangsung. Tahap ini mungkin tidak menunjukkan gejala, juga mungkin menyebabkan ketidaknyamanan gastrointestinal yang ringan.
Peradangan kronis dapat menyebabkan kerusakan pada lambung atau lapisan duodenum, menjadi tukak lambung yang menyakitkan. Gejala-gejala yang timbul meliputi sensasi terbakar yang parah, kembung, dan kadang-kadang pendarahan gastrointestinal.
Jika tidak ditangani, infeksi Helicobacter pylori dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti kanker lambung atau limfoma jaringan limfoid terasosiasi mukosa atau mucosa-associated lymphoid tissue (MALT).
Identifikasi yang tepat waktu dan penanganan Helicobacter pylori sangat penting dalam mencegah komplikasi kesehatan jangka panjang. Bahkan individu yang tidak menunjukkan gejala pun dapat merasakan manfaat dari diagnosis dan terapi untuk mengurangi risiko pada masa depan.
Perawatan standar meliputi kombinasi antibiotik untuk menghilangkan bakteri dan penghambat pompa proton untuk mengurangi asam lambung dan mendorong penyembuhan.
Melalui kebiasaan yang baik dalam menjaga kebersihan dan pola makan, kemungkinan seseorang untuk terkena infeksi Helicobacter pylori akan menurun secara signifikan.
Helicobacter pylori adalah infeksi yang tersebar luas, yang dapat memperparah gastritis ringan menjadi komplikasi serius seperti tukak lambung dan kanker lambung. Mengenali gejala dan segera mengupayakan perawatan medis sangat penting untuk pengelolaan secara efektif.
Gleneagles Hospitals menawarkan peralatan diagnostik maju dan rencana perawatan dengan personalisasi untuk kesehatan gastrointestinal. Tim spesialis kami menyediakan perawatan ahli yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap pasien. Ambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda. Buat janji temu di Gleneagles Hospitals melalui situs resmi kami atau aplikasi seluler kami dari Google Play Store atau Apple App Store.
1.Begum, J., Bernstein, S., & Gleim, S. (2023, September 27). H. pylori Infection: Symptoms, Causes, and Treatment. WebMD. Retrieved January 27, 2025, from https://www.webmd.com/digestive-disorders/h-pylori-helicobacter-pylori
2.Connor, B. (n.d.). Helicobacter pylori. CDC. Retrieved January 27, 2025, from https://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2024/infections-diseases/helicobacter-pylori
3.A type of bacteria that infects the stomach-Helicobacter pylori (H. pylori) infection - Symptoms & causes. (n.d.). Mayo Clinic. Retrieved January 27, 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/h-pylori/symptoms-causes/syc-20356171
4.Marginean, C. M., Cioboata, R., Olteanu, M., Vasile, C. M., Popescu, M., Popescu, A. I., Bondari, S., Pirscoveanu, D., Marginean, I. C., Iacob, G. A., Popescu, M. D., Stanciu, M., & .Mitrut, P. (2022b). The importance of accurate early diagnosis and eradication in helicobacter pylori infection: Pictorial Summary Review in children and adults. Antibiotics, 12(1), 60.https://doi.org/10.3390/antibiotics12010060
Mehata, S., Parajuli, K. R., Pant, N. D., Rayamajhee, B., Yadav, U. N., Mehta, R. K., Jha, P., Mehta, N., Dhimal, M., & Singh, D. R. (2021). Prevalence and correlates of helicobacter pylori infection among under-five children, adolescent and non-pregnant women in Nepal: Further analysis of Nepal National Micronutrient Status Survey 2016. PLOS Neglected Tropical Diseases, 15(6). https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0009510
Wait a minute