Refluks asam lambung terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan gejala seperti sensasi panas di dada dan regurgitasi. Asma adalah kondisi kronis yang ditandai dengan peradangan saluran napas dan kesulitan bernapas, dan dapat dipengaruhi secara langsung oleh refluks asam lambung. Penelitian menunjukkan adanya hubungan dua arah ketika refluks asam lambung dapat memperburuk gejala asma, dan asma juga dapat memperparah refluks asam lambung. Refluks asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan dan memicu saraf vagus, yang menyebabkan penyempitan saluran napas dan gejala asma (Kerr, 2024).
Berikut beberapa gejala yang mungkin dialami oleh individu dengan kondisi ini:
Anda mungkin merasakan asam lambung, makanan, atau cairan naik kembali ke tenggorokan setelah makan, sering kali meninggalkan rasa asam di mulut.
Asam dapat mengiritasi lapisan kerongkongan, menimbulkan sensasi seperti terbakar. Jika terjadi di dada, disebut sensasi panas di dada; jika lebih dekat ke perut, dapat terasa seperti gangguan pencernaan.
Beberapa orang merasakan nyeri tanpa sensasi terbakar di kerongkongan, yang bisa menyerupai nyeri dada akibat jantung karena jalur saraf yang sama.
Refluks asam lambung dapat menyebabkan rasa mual atau hilangnya nafsu makan. Meskipun Anda sudah makan sebelumnya, mungkin terasa seolah makanan belum sepenuhnya dicerna.
Ketika asam lambung naik hingga ke tenggorokan, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit, sensasi seperti ada benjolan di tenggorokan, atau kesulitan menelan. Kondisi ini sering terjadi pada malam hari.
Refluks asam lambung dapat menimbulkan masalah seperti gejala asma batuk kronis, mengi, dan sesak napas. Asam yang mencapai saluran napas dapat menyebabkan penyempitan, sehingga memperburuk gejala.
Inilah beberapa gejala umum yang sering dialami oleh individu dengan refluks asam lambung. Lakukan pemeriksaan di Gleneagles Hospitals yang ditangani oleh para profesional medis.
Mendiagnosis dan mengelola keterkaitan antara refluks asam lambung dan asma memerlukan pendekatan menyeluruh. Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan diagnostik berikut:
Mengukur kadar asam dalam kerongkongan selama 24 jam untuk memastikan adanya refluks.
Menilai kerusakan pada kerongkongan yang disebabkan oleh paparan asam lambung dalam jangka panjang.
Mengevaluasi fungsi paru-paru untuk menentukan tingkat keparahan asma.
Kolaborasi antara ahli gastroenterologi dan pulmonologi sangat penting untuk memastikan penanganan yang optimal sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Mencegah memburuknya refluks asam lambung dan asma memerlukan kewaspadaan serta intervensi dini. Dengan menerapkan langkah-langkah berikut, Anda dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejala dan meningkatkan kualitas kesehatan:
Menunda pengobatan dapat menyebabkan komplikasi seperti radang kerongkongan (esofagitis) atau asma yang tidak terkontrol.
Hubungan yang kompleks antara refluks asam lambung dan asma menegaskan pentingnya diagnosis dini dan penanganan yang menyeluruh. Dengan mengatasi penyebab utamanya, Anda dapat memperbaiki kedua kondisi tersebut secara signifikan, meningkatkan kesehatan pernapasan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Di Gleneagles Hospitals, tim multidisplin kami yang terdiri dari para spesialis diperlengkapi untuk menyediakan perawatan dengan personalisasi, menggunakan alat diagnostik dan perawatan terkini untuk membantu Anda mengelola gejala-gejala yang Anda alami dengan efektif.
Ambil langkah pertama menuju kesehatan yang lebih baik hari ini. Buat janji temu di Gleneagles Hospitals sekarang, dan para pakai kami akan memandu Anda dalam perjalanan kebugaran Anda, atau Anda juga bisa membuat janji temu dengan mengunduh aplikasi MyHealth360 dari Google Play Store atau Apple App Store.
Wait a minute