Urologi | Gleneagles Hospital Penang

Layanan Urologi | Temui Spesialis Urologi Terbaik di Penang

Urology_content

Apa itu Urologi?

Urologi adalah spesialisasi medis yang berfokus pada saluran kemih pria dan wanita, serta sistem reproduksi pria. Ahli urologi adalah dokter yang terlatih untuk mendiagnosis, mengobati, dan mengelola berbagai macam gangguan urologi, seperti masalah pada ginjal, kelenjar adrenal, ureter, dan kandung kemih, serta masalah pada sistem reproduksi pria.

Diagnosis Kondisi Urologi

Para spesialis Urologi di Gleneagles Hospital Penang dapat mendiagnosis beberapa kondisi melalui metode-metode ini:

1. Sistoskopi

Sistoskopi mungkin direkomendasikan untuk menyelidiki masalah pada kandung kemih atau saluran kemih. Prosedur ini menggunakan lensa yang dipasang pada tabung tipis dan panjang sehingga memungkinkan dilakukannya pemeriksaan uretra dan kandung kemih yang lebih jelas dan terperinci.

2. Urinalisis

Sampel urine Anda akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis, dan setiap indikator infeksi, seperti jumlah sel darah putih yang tinggi dan bakteri, akan dicatat. Untuk mengurangi kontaminasi sampel Anda, Anda mungkin diminta untuk membersihkan area genital Anda dan hanya mengumpulkan air seni pada pertengahan sesi pembuangan air seni saja.

3. Kultur Urine

Biakan kultur bakteri dalam kondisi laboratorium dapat digunakan bersamaan dengan analisis urine (urinalisis). Tes ini dapat membantu mendeteksi jenis bakteri yang menyebabkan infeksi Anda sehingga memungkinkan dokter spesialis Anda menentukan rangkaian pengobatan yang tepat.

4. Ultrasonografi, CT Scan, MRI

Tes pencitraan seperti Ultrasonografi, CT Scan, dan MRI dapat digunakan untuk mendeteksi masalah pada ginjal, kandung kemih, atau prostat. Tes-tes ini memungkinkan dokter spesialis Anda untuk menilai apakah saluran kemih Anda memiliki tanda-tanda kelainan. Zat kontras terkadang dapat digunakan sebelum tes pencitraan untuk membantu menyoroti (atau memperjelas) struktur saluran kemih.

Kondisi-kondisi Urologi dan Gejalanya

Kondisi dan gejala urologi sangat beragam, dan sering kali dapat salah didiagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh (skrining komprehensif) direkomendasikan untuk menentukan dan mengobati kondisi-kondisi tersebut dengan akurat. Dokter Anda sering kali akan menanyakan pertanyaan terkait gejala Anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan akhirnya merekomendasikan tes tambahan jika dianggap perlu.

1. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Umumnya dialami oleh pria lanjut usia, prostat dapat membesar melebihi ukuran normal sehingga memberikan tekanan pada uretra (saluran kemih). Beberapa orang mungkin mengalami aliran urine yang lemah saat buang air kecil, atau sering terbangun di malam hari untuk pergi ke kamar mandi (berkemih).

Karena uretra terjepit, kandung kemih harus bekerja dua kali lebih keras, menyebabkan otot-ototnya menjadi lemah seiring berjalannya waktu.

Gejala Aliran Urine (Kesulitan mengeluarkan urine):

  • Sulit berkemih atau pancaran urine lemah
  • Pengosongan kandung kemih tidak tuntas
  • Urine Menetes
  • Mengejan Saat Berkemih

Gejala Penyimpanan Urine (Kesulitan Menampung Urine):

  • Sering buang air kecil
  • Dorongan Mendesak
  • Inkontinensia
2. Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi (DE) adalah ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk berhubungan seksual. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kombinasi masalah fisik dan psikologis. Jika terjadi secara berkelanjutan, maka ini bisa menjadi indikasi mendasar dan risiko dari diabetes dan penyakit jantung.

Segera konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda memiliki kekhawatiran terkait ereksi Anda, atau jika Anda mengalami masalah seksual lainnya, seperti ejakulasi dini atau ejakulasi tertunda.

3. Kanker Prostat

Terlepas dari namanya, ini adalah kondisi yang relatif umum dan tumbuh dengan lambat, terbatas di dalam prostat pada stadium (tahap) awalnya. Sebagian besar pria yang menderita kanker prostat bahkan dapat hidup selama bertahun-tahun tanpa menunjukkan masalah atau keluhan apa pun.

Namun, jika tumor mulai menyebar ke luar prostat, hal ini dapat menyebabkan penyumbatan pada jaringan di sekitarnya, yang mengakibatkan gejala-gejala ini:

  • Gejala Saluran Kemih, seperti aliran urine yang lemah
  • Nyeri punggung bawah atau kelemahan pada stadium lanjut
  • Darah dalam urine atau air mani
4. Inkontinensia Urine

Kehilangan kontrol pada kandung kemih dapat menjadi masalah yang umum dan bervariasi dari mengompol sesekali saat bersin atau batuk hingga keinginan untuk buang air kecil yang tiba-tiba dan tak tertahankan.

Inkontinensia urine juga tidak selalu menjadi bagian tak terhindarkan dari proses penuaan karena yang diperlukan hanyalah perubahan gaya hidup sederhana atau perawatan medis untuk membantu mengatasi ketidaknyamanan atau menghentikan inkontinensia.

5. Batu Ginjal

Pengendapan mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal Anda dapat mengeras dan menjadi batu ginjal. Hal ini biasanya terjadi ketika urine Anda terlalu pekat yang menyebabkan kristalisasi pengendapan mineral dan garam. Batu ginjal yang dikeluarkan bersamaan dengan urine bisa terasa menyakitkan, tetapi batu ginjal biasanya tidak menimbulkan bahaya ketika diketahui sejak dini.

Namun, jika benda-benda tersebut terperangkap di saluran kemih, hal itu dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut seperti infeksi atau gagal ginjal.

Meskipun adanya batu tersebut mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun pada Anda sendiri, Anda mungkin merasakannya ketika batu mulai bergerak di sekitar ginjal atau ketika mereka melewati saluran kemih. Gejala batu ginjal yang yang lebih lanjut meliputi:

  • Nyeri hebat di sisi samping dan punggung, yang dapat menjalar ke arah kaki dan terjadi hilang timbul seperti gelombang
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Urine keruh atau berbau busuk
  • Darah dalam urine
  • Demam
6. Infeksi Saluran Kemih

Ketika bakteri dalam sistem pencernaan seseorang masuk ke uretra, mikroba dapat mengalahkan pertahanan alami tubuh yang menyebabkan rasa nyeri dan infeksi. Jika tidak diobati, ada kemungkinan infeksi akan menyebar ke ginjal sehingga lebih sulit diobati. Setiap orang berpotensi untuk mengalami infeksi saluran kemih, meskipun kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita.

Gejala Infeksi Saluran Kemih dapat meliputi:

  • Nyeri pada ginjal
  • Nyeri panggul
  • Nyeri otot dan kelelahan
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Darah dalam urine
  • Urine keruh dan berbau menyengat
  • Bertambahnya dorongan untuk buang air kecil
7. Kanker Kandung Kemih

Kanker Kandung Kemih biasanya terjadi ketika sel-sel di kandung kemih mulai tumbuh dengan cepat dan tidak terkontrol. Ketika sel-sel ini berkembang dalam jumlah yang cukup, sel-sel tersebut membentuk tumor yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya. Biasanya, kanker kandung kemih dimulai di urothelium, yang merupakan lapisan paling dalam dari kandung kemih. Ketika kanker itu menyebar, ia sering kali menyerang kelenjar getah bening, hati, atau paru-paru terlebih dahulu.

Gejala kanker kandung kemih dapat meliputi:

  • Darah dalam urine
  • Kehilangan nafsu makan diikuti dengan penurunan berat badan
  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Merasa ingin buang air kecil meskipun kandung kemih tidak penuh
  • Nyeri punggung bagian bawah pada satu sisi
  • Aliran urine melemah
  • Kelelahan dan kelemahan

Skrining Kondisi Urologi

Sebagian besar tes skrining berguna bagi mereka yang mengalami salah satu gejala di atas. Karena faktor genetik memainkan peranan penting, kami menyarankan agar mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi urologi yang sering terjadi untuk segera menjalani skrining setelah gejalanya muncul, karena infeksi akan memburuk seiring waktu. Skrining bahkan lebih penting bagi mereka yang memiliki masalah urologis yang berkepanjangan dan berulang.

Skrining kondisi urologi dapat meliputi jenis-jenis tes ini:

  • Tes pencitraan seperti Ultrasonografi (USG), CT Scan, dan MRI
  • Sistoskop dimasukkan melalui saluran kemih untuk mengambil sampel jaringan untuk pengujian
  • Tes urine untuk memeriksa adanya bakteri atau tanda-tanda penyakit lainnya
  • Biopsi untuk mendeteksi adanya kanker dan gangguan lainnya
  • Tes Urodinamik untuk menentukan seberapa cepat urine meninggalkan tubuh, volume sisa urine setelah berkemih, dan tekanan kandung kemih

Pengobatan untuk Berbagai Kondisi Urologi

Meskipun antibiotik atau antimikroba dapat efektif dalam membunuh bakteri penyebab infeksi, berbagai jenis pengobatan dapat direkomendasikan berdasarkan kondisi individu dan tingkat keparahan gejala yang mereka alami. Dokter spesialis yang menangani Anda dapat mendiskusikan beberapa metode dengan Anda, dan membantu Anda memutuskan jenis pengobatan yang terbaik. Mereka mungkin juga akan menganjurkan perubahan gaya hidup tertentu, seperti meningkatkan asupan air untuk membersihkan bakteri. Obat-obatan pereda nyeri akan diresepkan untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan sementara penggunaan bantalan pemanas juga disarankan untuk membantu meredakan nyeri pada perut atau punggung. Tujuan kami di Gleneagles Hospital Penang adalah membantu Anda agar dapat kembali menjalani gaya hidup dan aktivitas Anda seperti sedia kala. Opsi pengobatan seperti yang tercantum di bawah ini disesuakan dengan kondisi individu dan riwayat kesehatan.

1. Pengobatan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Pengobatan bergantung pada usia, tingkat keparahan BPH, dan kesehatan umum pasien.

Opsi pengobatan untuk kondisi urologi meliputi:

  • Pengobatan dengan terapi obat
  • Vaporisasi laser untuk pasien dengan kelenjar prostat yang lebih kecil
  • Perawatan bedah untuk mengangkat bagian prostat bengkak yang menekan uretra
  • Cukup tunggu dan pantau jika gejala tidak terlalu parah Infeksi Saluran Kemih

Urinalisis, yang melibatkan pengujian urine untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi, akan dilakukan.

Infeksi saluran kemih sering kali diobati dengan pemberian antibiotik. Lama pengobatan bergantung pada tingkat keparahan gejala. Ada metode lain yang dapat digunakan bersamaan dengan pemberian antibiotik untuk meredakan nyeri, seperti:

  • Suntikan Uap (REZUM)
  • Obat-obatan pereda nyeri
  • Meningkatkan asupan cairan
  • Kompres hangat
  • Menghindari zat yang mengiritasi kandung kemih, seperti kopi dan makanan pedas.

Pemberian antibiotik selama tiga hari biasanya sudah cukup untuk menghilangkan infeksi saluran kemih pada pasien yang secara umum sehat. Jika infeksi telah menyebar ke ginjal, mungkin diperlukan pemberian antibiotik dalam waktu yang lebih lama.

2. Pengobatan Batu Ginjal

Pengobatan batu ginjal bergantung pada jenis batu dan penyebabnya.

Untuk batu ginjal kecil, minum air putih, konsumsi obat-obatan pereda nyeri atau obat yang dikenal sebagai alpha blocker untuk merelaksasi otot di ureter Anda, dapat membantu Anda mengeluarkan batu ginjal tanpa memerlukan perawatan invasif lebih lanjut.

Untuk batu yang lebih besar atau batu yang menyebabkan gejala, opsi pengobatan meliputi:

  • Menggunakan gelombang suara untuk memecah batu menjadi kepingan kecil yang kemudian keluar bersama urine Anda, dalam prosedur yang berdurasi 40 hingga 50 menit yang disebut extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL).
  • Pembedahan (nefrolitotomi perkutan) untuk mengangkat batu besar di ginjal, menggunakan instrumen kecil yang dimasukkan melalui sayatan kecil di punggung Anda.
  • Menggunakan teropong yang dimasukkan melalui ureter dan kandung kemih Anda untuk mengangkat batu yang tersangkut di ureter atau ginjal.
3. Pengobatan Kanker Kandung Kemih

Pengobatan kanker kandung kemih sangat bervariasi berdasarkan stadium penyakit. Kanker stadium awal yang tidak invasif ke otot (non-muscle-invasive) mungkin melibatkan pengobatan yang kurang invasif seperti reseksi transuretra (transurethral resection/TURBT) diikuti oleh kemoterapi di dalam kandung kemih. Untuk kanker yang lebih lanjut dan invasif ke otot (muscle-invasive), opsi pengobatan meliputi pembedahan untuk mengangkat kandung kemih (sistektomi) atau kombinasi kemoterapi dan radioterapi.

4. Pengobatan Disfungsi Ereksi

Pengobatan disfungsi ereksi bergantung pada penyebab dan kesehatan umum pasien. Ada berbagai opsi pengobatan yang tersedia:

  • Obat oral (minum) biasanya merupakan lini pengobatan pertama. Pengobatan ini efektif pada sekitar 80% pasien, tetapi mungkin tidak cocok untuk semua orang karena obat tersebut dapat berinteraksi dengan beberapa obat resep yang mungkin sedang dikonsumsi pasien.
  • Terapi injeksi adalah lini pengobatan kedua jika obat oral tidak berhasil. Obat tertentu dapat disuntikkan sendiri oleh pasien ke batang penis untuk mencapai ereksi.
  • Alat hisap eksternal digunakan untuk menarik darah ke dalam penis demi mencapai dan mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual.
  • Operasi implan penis yang melibatkan penempatan alat prostetik bagi beberapa pasien untuk menciptakan ereksi secara artifisial.
5. Pengobatan Inkontinensia Urine

Pengobatan inkontinensia urine bergantung pada jenis, tingkat keparahan, dan penyebabnya.

Inkontinensia urine akut yang disebabkan oleh batu ginjal, infeksi, atau efek samping obat sering kali sembuh setelah akar penyebabnya ditangani. Opsi pengobatan inkontinensia urine lainnya meliputi:

  • Manajemen konservatif seperti Biofeedback, stimulasi listrik, dan latihan Kegel sederhana
  • Alat bantu penahan urine (continence devices), seperti zat pengisi (bulking substances)—kolagen atau zat buatan—dan pessary (cincin semi-kaku) untuk membantu memosisikan ulang dan menstabilkan kandung kemih serta uretra
  • Perawatan bedah seperti pemasangan selang tipis ke dalam kandung kemih (kateterisasi) bagi mereka yang kandung kemihnya tidak dapat mengosongkan diri sepenuhnya, pemasangan sling pubo-vagina ("jaring") di bawah kandung kemih untuk memberi topangan, penempatan sfingter buatan untuk mencegah kebocoran urine, atau jahitan untuk menstabilkan kandung kemih
  • Obat-obatan

Tergantung pada kondisi pasien, kombinasi dari beberapa terapi ini mungkin diperlukan, dan pengobatan akan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan individu.

6. Pengobatan Kanker Prostat

Pengobatan kanker prostat disesuaikan dengan kebutuhan individu, bergantung pada stadium kanker dan kesehatan pasien. Tidak semua kasus memerlukan pengobatan segera, tetapi jika diperlukan, tujuannya adalah mengelola penyakit secara efektif untuk meminimalkan dampak pada harapan dan kualitas hidup.

Pengobatan dikelola oleh tim spesialis multidisiplin, termasuk ahli bedah, onkolog, dan perawat, yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis, ukuran, dan penyebaran kanker.

Untuk kasus yang memerlukan intervensi bedah, sistem bedah robotik da Vinci Xi telah merevolusi prosedur urologi, terutama dalam pengobatan kanker prostat. Teknologi canggih ini memungkinkan ahli bedah untuk melakukan prostatektomi radikal minimal invasif dengan presisi yang ditingkatkan, yang berpotensi membuahkan hasil yang lebih baik dan waktu pemulihan yang lebih cepat bagi pasien. 

Opsi pengobatan beragam mulai dari pemantauan aktif untuk kanker yang kurang agresif hingga pembedahan dan radioterapi untuk stadium yang lebih lanjut. Pengobatan baru yang kurang invasif seperti HIFU dan krioterapi juga tersedia, tetapi masih dalam penelitian untuk efektivitas jangka panjangnya.

Untuk kanker stadium lanjut, pengobatan bertujuan untuk memperpanjang hidup dan meredakan gejala, menggunakan kemoterapi, terapi hormon, dan terapi yang lebih baru. Terapi hormon, yang sering digunakan bersamaan dengan pengobatan lain, menargetkan testosteron untuk memperlambat pertumbuhan kanker. Opsi pengobatan menyeimbangkan efektivitas dengan kualitas hidup, selalu mempertimbangkan preferensi pasien dan status kesehatannya.

Pelajari lebih lanjut tentang Pembedahan Robotik dalam Urologi.

Spesialis Urologi di Gleneagles Hospital Penang

Temui ahli urologi terbaik di Gleneagles Hospital Penang, sebuah tim profesional berdedikasi yang menawarkan perawatan canggih dan opsi pengobatan yang dipersonalisasi untuk berbagai macam kondisi urologi.

loading-icon
Muat lebih banyak
Loading...

Wait a minute

Image Popup
Loading...

Wait a minute

Image Popup