Topics
Merasa bimbang antara harapan dan kecemasan, serta mengalami perubahan pada tubuh, adalah hal yang wajar setelah menjalani satu siklus IVF. Panduan ini membantu menjelaskan apa yang akan Anda alami selama beberapa hari hingga minggu setelah prosedur IVF.
Segera Setelah Pengambilan Sel Telur
Anda mungkin akan mengalami kram ringan, kembung, atau mengalami flek ringan. Kondisi ini biasanya hilang dalam beberapa hari. Beristirahatlah selama satu hari dan hindari aktivitas berat.
Setelah Transfer Embrio
Setelah embrio ditempatkan di dalam rahim, banyak orang bertanya-tanya apakah mereka harus beristirahat total. Namun, penelitian menunjukkan bahwa istirahat total di tempat tidur tidak diperlukan. Aktivitas fisik ringan diperbolehkan dan bahkan dianjurkan. Hindari olahraga dan mengangkat beban berat, tetapi aktivitas normal seperti berjalan atau pekerjaan ringan tetap boleh dilakukan (Guinhouya dkk., 2022).
Biasanya, klinik Anda akan menjadwalkan tes kehamilan sekitar 16 hari pasca transfer embrio. Tes yang dilakukan terlalu dini berpotensi membuahkan hasil yang kurang tepat karena hormon yang masih tersisa dari proses sebelumnya.
Obat-Obatan dan Efek Samping
Anda mungkin akan diberi progesteron, bisa melalui pesarium vagina atau suntikan, untuk membantu mempertahankan lapisan rahim. Efek samping yang bisa muncul meliputi perut kembung, payudara terasa sakit, sakit kepala, atau perubahan suasana hati. Beberapa wanita juga mengalami iritasi karena penggunaan pesarium atau rasa sakit di tempat suntikan. Gejala-gejala ini umumnya akan hilang setelah pengobatan dihentikan, biasanya saat Anda menjalani tes kehamilan.
Teruskan konsumsi progesteron sampai klinik Anda menganjurkan untuk berhenti, terutama jika hasil tes kehamilan Anda positif.
Masa Menunggu Dua Minggu
Selama masa ini, Anda mungkin akan merasa kelelahan, perut begah, atau nyeri pada payudara—semua ini adalah efek samping yang biasa terjadi akibat hormon IVF. Beberapa pasien juga mengalami flek atau kram perut ringan. Perlu diingat bahwa gejala-gejala ini tidak bisa dijadikan indikator yang akurat untuk menentukan apakah IVF berhasil atau tidak.
Tes Kehamilan dan Pemeriksaan USG
Lakukan tes kehamilan sesuai jadwal yang diberikan oleh klinik Anda. Apabila hasilnya positif, umumnya pemeriksaan USG akan dilakukan saat usia kehamilan sekitar 7 minggu untuk memeriksa detak jantung bayi. Sayangnya, tidak semua kehamilan berjalan sesuai harapan. Keguguran terjadi pada sekitar 10-20% kehamilan, dan risiko tersebut meningkat seiring dengan usia dan faktor-faktor lainnya.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Gejala pasca-IVF umumnya ringan, namun ada beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan darurat:
- Nyeri perut yang hebat atau kembung parah
- Pendarahan dari vagina dalam jumlah besar
- Sesak napas
- Muntah atau batuk darah
Kondisi-kondisi tersebut bisa mengindikasikan sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) atau kehamilan di luar rahim (ektopik) – keduanya memerlukan pertolongan medis segera (Mayo Clinic, 2021).
Jika Anda Hamil
Tes kehamilan dengan hasil positif tentu kabar yang menggembirakan, namun ini baru awal perjalanan. Klinik Anda biasanya akan melakukan tes darah ulang beberapa hari kemudian untuk memastikan kenaikan kadar hormon hCG, yang menandakan bahwa kehamilan berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Ketika usia kehamilan sekitar 7 minggu, pemeriksaan ultrasonografi akan dilakukan untuk mengonfirmasi letak kehamilan dan, sering kali, mendeteksi denyut jantung bayi. Sampai saat itu, penting untuk terus mengonsumsi semua obat yang diresepkan dan mengikuti arahan dokter.
Jika Belum Berhasil
Mendapatkan hasil negatif tentu sangat mengecewakan, tetapi penting untuk diingat bahwa banyak orang memerlukan lebih dari satu siklus IVF sebelum berhasil hamil. Dokter akan mengevaluasi siklus Anda, mendiskusikan faktor-faktor yang mungkin menghambat keberhasilan implantasi, serta memberikan informasi mengenai opsi berikutnya yang tersedia, seperti memulai siklus baru, menjalani pemeriksaan lebih lanjut, atau perawatan pendukung. Pada tahap ini, dukungan emosional juga sangat penting, dan konselor fertilitas dapat memberi ruang bagi Anda untuk memproses perasaan dan merencanakan langkah selanjutnya.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah flek atau perdarahan setelah transfer embrio itu normal?
Ya, flek atau kram ringan bisa saja terjadi setelah transfer embrio. Hal ini mungkin disebabkan oleh prosedur tindakan atau proses implantasi awal. Namun, perdarahan atau nyeri hebat harus dilaporkan ke klinik Anda
2. Apakah saya boleh berolahraga setelah transfer embrio?
Gerakan ringan seperti berjalan aman untuk dilakukan dan bahkan dianjurkan. Hindari olahraga fisik yang berat atau yang sangat menguras tenaga.
3. Kapan saya harus melakukan tes kehamilan setelah IVF?
Biasanya 14 hingga 16 hari setelah transfer. Tes terlalu dini dapat memberikan hasil yang tidak akurat karena adanya sisa obat kesuburan
4. Apa saja tanda keberhasilan implantasi embrio?
Gejala awal kehamilan sering kali mirip dengan efek samping obat. Gejala seperti perut kembung, payudara nyeri, atau kelelahan mungkin atau mungkin tidak menandakan keberhasilan. Satu-satunya tanda yang pasti adalah tes kehamilan positif
5. Bagaimana kalau siklus IVF saya gagal-kapan saya bisa mencoba lagi?
Banyak orang memerlukan lebih dari satu siklus untuk berhasil hamil.
Buat Janji Temu di Gleneagles Hospital
Menjalani IVF bisa menjadi pengalaman yang penuh harapan sekaligus menantang. Memahami seperti apa kondisi normal pasca-prosedur dan kapan harus mencari pertolongan, dapat membuat perbedaan besar bagi perasaan Anda, baik secara fisik maupun emosional.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, merasa ragu mengenai gejala apa pun, atau sekadar ingin berbicara dengan seseorang tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, kami ada di sini untuk Anda. Anda dapat membuat janji temu dengan dokter fertilitas di Gleneagles Hospital terdekat. Anda juga bisa membuat janji temu melalui situs web kami atau unduh aplikasi MyHealth360 dari Google Play Store atau Apple App Store.